BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, mengajak para pemuda untuk aktif menggunakan hak pilih mereka dalam Pilkada yang akan datang karena pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah kemajuan daerah selama lima tahun ke depan.
"Pemuda harus memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani mereka. Hanya dalam lima atau sepuluh menit, keputusan mereka bisa membawa perubahan besar bagi Kotim untuk lima tahun ke depan," kata Rimbun, Senin, 4 November 2024.
Rimbun menekankan pentingnya partisipasi pemuda karena menjadi jumlah pemilih terbesar dari totak Daftar Pemilih Tetap (DPT) 309.973 orang. Berdasarkan DPT yang dirilis oleh KPU Kotim menunjukkan bahwa pemilih muda memegang 60 persen dari total suara. Rinciannya, 36,81 persen dari pemilih adalah generasi milenial (Gen Y), sementara 25,50 persen berasal dari generasi Z. Tingginya jumlah pemilih muda ini menjadikan mereka sebagai kelompok yang berpengaruh dalam hasil Pilkada.
Rimbun menambahkan keikutsertaan generasi muda dalam proses pemilihan bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menentukan arah kebijakan yang akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, ia berharap para pemuda tidak menyia-nyiakan kesempatan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati.
"Pemuda Kotim perlu menyadari bahwa peran mereka bukan sekadar angka dalam statistik. Mereka memiliki kekuatan untuk membawa perubahan nyata bagi kemajuan daerah. Pemimpin yang terpilih akan memiliki tanggung jawab besar, dan peran pemuda dalam memilih figur yang tepat sangat penting," lanjut Rimbun.
--page
Ia juga menyoroti perlunya edukasi politik yang lebih mendalam bagi kaum muda. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pemuda akan hak dan tanggung jawab mereka dalam demokrasi. Menurut Rimbun, pemahaman tentang pentingnya pemilihan yang berkualitas akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih bijak di tempat pemungutan suara. (DEWI PATMALASARI/Y)









