BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib menilai kontur gambut menjadi tantangan kebencanaan Kalteng.
“Salah satu tantangan yang menjadi ciri Provinsi Kalteng yaitu dataran gambut," kata Ahmad Toyib saat rangkaian Koordinasi Perencanaan Penanggulangan Bencana Daerah di Palangka Raya, Senin, 4 November 2024.
Toyib mengatakan Pemerintah Daerah dan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah mengajukan tuntutan pengelolaan dan perlindungan lahan gambut.
"Khususnya dalam pengelolaan perkebunan dan kehutanan untuk menghindari potensi kebakaran dan banjir yang sering terjadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Provinsi Kalimantan Tengah, tingkat risiko setiap bencana di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan analisis kelas bahaya, kerentanan, dan kapasitas menunjukkan variasi pada tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi.
Tingkat risiko Rendah untuk jenis bencana Covid-19, Epidemi dan Wabah Penyakit, Gempa bumi, Kegagalan Teknologi dan Tsunami.
Tingkat risiko Sedang untuk bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi. Sementara itu, bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrim, Kebakaran Hutan dan Lahan, Kekeringan serta Tanah Longsor memiliki tingkat risiko Tinggi. (HERMAWAN DP/H)









