BORNEONEWS, Nanga Bulik - Panitia Festival Babukung 2016 Kabupaten Lamandau mewajibkan agar setiap group perwakilan dari masing-masing desa yang akan ambil bagian dalam pentas tari dalam Festival Babukung untuk memilih enam dari sembilan formasi yang telah ditetapkan pihak panitia.

Seperti diketahui, untuk pelaksanaan Festival Babukung tahun ini, pihak panitia melalui bidang koreografinya telah menetapkan sedikitnya 9 formasi yang boleh digunakan dalam pementasan setiap group.

Dari 9 formasi yang ditetapkan, satu formasi penghormatan di awal penampilan, penari diwajibkan menggunakan formasi yang sama. Para penari yang berjumlah 10 orang wajib menggunakan formasi berjejer atau berbaris. Selanjutnya,di sisa waktu penampilan, group penari diwajibkan menampilkan lima formasi yang telah dipilih, meskipun penampilan formasinya dilakukan secara acak.

Hal itu seperti diungkapkan Ketua Panitia Festival Babukung, FX. Perwiragato, saat dibincangi Borneonews, Minggu (4/9/2016).

Gato, begitu dia akrab disapa, juga menjelaskan bahwa penentuan untuk mewajibkan setiap group menampilkan 6 formasi tari dalam festival kali ini merupakan salahsatu upaya nyata dari pihak penyelenggara tentang keseriusannya dalam menekankan sisi kualitas.

Hal itu, sambungnya, merupakan pembenda Festival Babukung tahun 2016 dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, di tahun sebelumnya setiap group dibebaskan untuk memilih gaya dan formasi masing-masing dengan catatan tidak melebihi waktu yang ditetapkan.

Lebih dari itu, berkaitan dengan ketentuan lain yang berlaku bagi setiap group, pihak panitia juga telah membuat buku panduan festival Babukung 2016. Buku panduanh tersebut akan segera dibagikan kepada masing-masing desa melalui kecamatannya masing-masing.

"Minggu ini buku panduannya pasti kita distribusikan. Sehingga setiap peserta dapat segera mempelajari dan juga memilih apa saja yang akan ditampilkan. Dalam buku tersebut juga memuat tentang seluruh ketentuan lomba, termasuk juklak dan juknis pelaksanaan," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)