PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersinergi dengan pemerintah daerah dan Lembaga Jasa Keuangan untuk memajukan dan mengembangkan sektor pertanian.

"Sinergi ini bertujuan menyediakan akses keuangan kepada pelaku sektor pertanian dengan meminimalkan risiko default atas kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh lembaga keuangan penyalur," kata Deputi Kepala OJK Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Andrianto Suhada pada Selasa, 5 November 2024.

Melalui Skema Generic Model Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas Pertanian, kata Andrianto, OJK mendukung tersedianya akses permodalan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan sektor pertanian.

"Skema ini juga mencakup pendampingan yang berkelanjutan dari tenaga ahli bidang pertanian serta perlindungan atas kegagalan pembayaran kredit atau pinjaman akibat kegagalan usaha yang disebabkan oleh perubahan iklim atau serangan hama," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Gunung Mas, Herson B Aden, menyampaikan bahwa pemerintah selalu mendukung para petani baik dari sisi produksi maupun pemasaran melalui OPD terkait.

Dukungan ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari memberikan bantuan sarana produksi hingga memastikan pemasaran agar petani tidak dirugikan.

"Gerakan Tanam ini dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi daerah karena merupakan tantangan besar yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Herson.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong upaya dalam rangka meningkatkan percepatan akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah dan OJK Kalimantan Tengah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian.

Dalam konteks peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia yang diadakan di Kuala Kurun, Herson menyatakan bahwa kedua peringatan ini dapat mendorong upaya dalam rangka meningkatkan percepatan akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan bagi para petani dan pelaku UMKM, sehingga mereka dapat lebih mudah mendapatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha mereka," ujarnya.

Dengan adanya dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Gunung Mas dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.

Pj Bupati Gunung Mas berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung para petani dan meningkatkan ketahanan pangan di daerah.(TESTI PRISCILLA/R)