BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,60 persen pada Oktober 2024.
Indeks harga kelompok ini meningkat dari 106,36 pada Oktober 2023 menjadi 108,06 pada Oktober 2024.
Subkelompok rokok dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,39 persen, sementara subkelompok makanan mengalami inflasi terendah sebesar 0,86 persen.
"Kelompok ini memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,61 persen," kata Agnes pada Selasa, 5 November 2024.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,19 persen, ikan gabus 0,15 persen, dan gula pasir 0,09 persen.
Selain itu, kopi bubuk, ikan patin, dan bawang merah masing-masing menyumbang 0,08 persen, sedangkan minyak goreng dan beras masing-masing menyumbang 0,07 persen.
Agnes juga menambahkan bahwa ikan nila memberikan andil sebesar 0,06 persen, sementara Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan saluang, dan udang basah masing-masing menyumbang 0,04 persen.
"Biskuit dan air kemasan masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen," tambahnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil deflasi y-on-y, seperti daging ayam ras sebesar 0,32 persen, cabai rawit 0,05 persen, dan kangkung 0,03 persen.
Komoditas lain seperti ikan asin sepat, ikan peda, ketimun, rampela hati ayam, semangka, jeruk, dan bayam masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen.
Untuk inflasi month-to-month atau m-to-m pada Oktober 2024, kelompok ini memberikan andil sebesar 0,20 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m antara lain daging ayam ras sebesar 0,18 persen, ikan gabus 0,06 persen, dan beras 0,03 persen.
Agnes menutup dengan menyebutkan bahwa beberapa komoditas memberikan andil deflasi m-to-m, seperti cabai rawit sebesar 0,04 persen, terong, kacang panjang, ikan papuyu, dan ikan nila masing-masing sebesar 0,02 persen.
"Ketimun, semangka, ikan bawal, jagung manis, dan cabai merah masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen," pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/R)









