BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berupaya mencegah terjadinya konflik di lingkup perusahaan kelapa sawit dengan membentuk satuan tugas penanganan konflik sosial (Satgas PKS).
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, Selasa, 5 November 2024.
"Satgas PKS ini dibentuk berdasarkan perundan-undangan Nomor 7 Tahun 2012, dengan tiga kegiatan yang dilaksanakan, yakni pencegahan konflik sosial, penanganan konflik sosial dan pasca terjadinya konflik sosial," jelasnya.
Satgas PKS yang diketuai oleh pimpinan masing-masing daerah tersebut, bekerja sama dengan jajaran TNI melakukan patroli secara terpadu untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar perusahaan kelapa sawit.
Selain itu, Polda Kalteng juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan konflik sosial di perusahaan kelapa sawit. Setelah mengidentifikasi, pihaknya menganalisa permasalahan tersebut dan memberikan solusi.
"Kami berharap kedepan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan sawit bisa menjadi benteng sosial bagi perusahaan sawit itu sendiri," ucap Erlan.
Polda Kalteng juga bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan seluruh perusahaan sawit di Kalimantan Tengah menyalurkan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) kepada masyarakat. Pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah dapat membuka lowongan pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Karena dari 175 kasus yang kami tangani dan 350 tersangka yang berhasil diamankan, rata-rata motif para pelaku melakukan penjarahan tandan buah segar (TBS) sawit ini diakibatkan faktor ekonomi," ujar Erlan.
Polda Kalteng juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pertanian untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Saat ini kepolisian tengah gencar melakukan pembuatan kompor biomassa menggunakan bahan bakar cangkang buah kelapa sawit serta menyalurkan bantuan berupa air bersih, kursi roda dan bantuan lainnya.
"Hal ini dilakukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dan kepolisian untuk memberikan kesejahteraan yang nyata kepada masyarakat," tuturnya.
Pihaknya akan memaksimalkan keberadaan satgas PKS agar dapat mewujudkan tagline Kapolda Kalteng, yakni Kalteng Aman dan Nyaman.
Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya kolaborasi dari seluruh masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di masing-masing daerah.
"Tanpa adanya kolaborasi ini, tentu akan sulit bagi kita mencegah terjadinya kerawanan di lingkup perusahaan kelapa sawit di daerah ini. Untuk itu kita harus bersama-sama mewujudkan iklim investasi yang aman dan nyaman di Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/R)









