TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Barito Timur memulai program peningkatan kapasitas relawan pemadam kebakaran di seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya.

Melalui sosialisasi dan simulasi, para relawan dilatih penggunaan alat pemadam dan prosedur penanganan kebakaran.

"Kami mulai kegiatan ini kemarin di Kecamatan Benua Lima, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan Relawan Matabu Jaya (RMJ) sebagai tim simulator," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali, Selasa, 5 November 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Benua Lima ini dihadiri seluruh relawan pemadam dari desa dan kelurahan.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta juga menerima materi terkait Peraturan Bupati Barito Timur Nomor 21 Tahun 2024 mengenai Pedoman Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran.

Selain teori, para relawan mempraktikkan berbagai teknik pemadaman, termasuk cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), teknik pemadaman api menggunakan kain atau handuk basah, serta penanganan kebakaran akibat kebocoran gas atau kompor gas.

"Relawan juga dilatih menggunakan alat-alat pemadam seperti alkon, cara memasang selang, nozzle, dan teknik penyemprotan api," tambah Gazali.

Gazali berharap pelatihan ini akan meningkatkan kesiapan dan kecepatan relawan dalam merespons kebakaran dengan target waktu tanggap darurat 15 menit. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Barito Timur bersama masyarakat dan dunia usaha untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan bencana melalui edukasi dan pelatihan aktif," terangnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)