BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang pria berinisial E (55) ditemukan meninggal dunia di daerah aliran sungai (DAS) Sabangau, Kota Palangka Raya, Selasa, 5 November 2024 sekitar pukul 05.15 WIB. Korban diduga meninggal dunia karena kehabisan oksigen.
Kapolsek Sebangau, Iptu Ahmad Taufiq, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Senin 4 November 2024 terkait hilangnya korban yang pergi memancing sejak pagi hari.
"Kami menerima laporan dari keluarga korban yang sudah mencari korban di lokasi biasa dia memancing. Menanggapi laporan ini, kami dari Polsek Pahandut, Tim Inafis Polresta Palangka Raya, Basarnas dan relawan pun menuju ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban," katanya.
Berdasarkan keterangan istri korban berinisial H (52), korban berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB dan berpamitan untuk memancing serta mengambil madu yang sudah ia survei sebelumnya.
Keluarga E mulai cemas ketika E belum pulang hingga pukul 19.00 WIB. Pasalnya, korban biasanya pulang memancing sekitar pukul 18.00 WIB.
"Keluarga kemudian mencari E di lokasi biasa dia memancing. Mereka menemukan ember, topi, pancing, dan madu yang berceceran di tanah. Setelah ditelusuri lebih jauh, mereka menemukan perahu E yang masih terikat di darat, namun tidak menemukan E di lokasi tersebut," jelas Iptu Taufiq.
Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan upaya pencarian. Alhasil, sekitar pukul 05.15 WIB korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan rawa-rawa tidak jauh dari lokasi terakhir.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa E meninggal dunia diduga karena kehabisan oksigen. Pasalnya, saat ditemukan, kepalanya tertutup plastik sehingga dugaan sementara karena oksigen menipis," ungkap Kapolsek Sebangau.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk dilakukan Visum et repertum.
Iptu Ahmad Taufiq menambahkan bahwa proses pencarian E juga dilakukan oleh keluarga, relawan, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, dan Polsek Sabangau. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat hendak memancing. Selalu berikut informasi secara berkala kepada pihak keluarga dalam upaya mencegah terjadinya kejadian serupa," pungkasnya. (PATHUR/j)









