BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,47 persen secara year-on-year atau y-on-y pada Oktober 2024.
Indeks harga konsumen atau IHK untuk kelompok ini meningkat dari 102,23 pada Oktober 2023 menjadi 102,71 pada Oktober 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa seluruh subkelompok dalam kategori ini mengalami inflasi y-on-y.
Subkelompok pakaian mencatat inflasi y-on-y sebesar 0,50 persen, sementara subkelompok alas kaki mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,32 persen.
"Kenaikan harga pada kedua subkelompok ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang merata di sektor pakaian dan alas kaki," ujar Agnes Widiastuti pada Selasa, 5 November 2024.
Kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,02 persen pada Oktober 2024. Komoditas yang dominan memberikan kontribusi terhadap inflasi ini adalah ongkos jahit dan sepatu wanita, masing-masing sebesar 0,01 persen.
"Kenaikan ongkos jahit dan harga sepatu wanita menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di kelompok ini," tambah Agnes.
Meskipun demikian, pada Oktober 2024, kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m.
Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga pada bulan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi bulanan secara keseluruhan.
Agnes Widiastuti juga menekankan pentingnya memantau perkembangan harga di sektor ini untuk mengantisipasi potensi inflasi di masa mendatang.
"Pemantauan yang ketat dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," jelasnya.
Dengan demikian, meskipun inflasi di kelompok pakaian dan alas kaki relatif kecil, tetap perlu diwaspadai agar tidak memberikan dampak negatif yang lebih besar di masa depan. BPS Kalimantan Tengah akan terus melakukan pemantauan dan analisis untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)









