BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,62 persen pada Oktober 2024. Indeks harga pada kelompok ini turun dari 101,44 pada Oktober 2023 menjadi 100,81 pada Oktober 2024.
Subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi y-on-y tertinggi sebesar 1,44 persen. Sebaliknya, subkelompok sewa dan kontrak rumah mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 0,38 persen.
"Penurunan harga pada subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi faktor utama deflasi ini," jelas Agnes pada Selasa, 5 November 2024.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,09 persen pada Oktober 2024. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen, serta semen dan seng masing-masing sebesar 0,01 persen.
"Penurunan harga bahan bakar rumah tangga sangat berpengaruh terhadap deflasi ini," tambah Agnes.
Di sisi lain, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y adalah sewa rumah sebesar 0,02 persen.
"Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, pengaruhnya tidak sebesar komoditas yang mengalami penurunan," kata Agnes.
Selain deflasi y-on-y, kelompok ini juga memberikan andil deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,01 persen pada Oktober 2024. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.
"Penurunan harga bahan bakar rumah tangga juga berkontribusi pada deflasi bulanan," jelas Agnes.
Agnes menekankan pentingnya memantau perkembangan harga komoditas utama untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kalimantan Tengah.
"Kami akan terus memantau dan melaporkan perkembangan ini untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









