BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa jumlah angkatan kerja di provinsi tersebut pada Agustus 2024 mencapai 1.460,91 ribu orang.
"Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 53,27 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2023. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK juga mengalami kenaikan sebesar 1,53 persen poin, menjadi 68,71 persen," kata Agnes didampingi Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan berita resmi statistik pada Selasa, 5 November 2024.
Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 tercatat sebesar 4,01 persen, turun 0,09 persen poin dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2024 mencapai 1.402,28 ribu orang, meningkat 52,40 ribu orang dibandingkan Agustus 2023.
"Sektor Industri Pengolahan menjadi lapangan pekerjaan utama dengan kenaikan jumlah pekerja terbesar, mencapai 10,92 ribu orang," jelas Agnes.
Sebaliknya, sektor Transportasi, Informasi, dan Komunikasi mengalami penurunan terbesar, dengan jumlah pekerja berkurang sebanyak 8,03 ribu orang dibandingkan Agustus 2023. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dalam distribusi tenaga kerja di Kalimantan Tengah.
Agnes Widiastuti juga menyebutkan bahwa sebanyak 710,49 ribu orang atau 50,67 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal, meningkat sebesar 2,53 persen poin dibandingkan Agustus 2023. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan dalam kualitas pekerjaan yang tersedia di provinsi tersebut.
"Persentase pekerja setengah penganggur di Kalimantan Tengah turun 0,22 persen poin menjadi 5,89 persen," katanya.
Sementara itu, persentase pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 1,48 persen poin menjadi 21,98 persen dibandingkan Agustus 2023. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam stabilitas pekerjaan bagi penduduk Kalimantan Tengah.
Secara keseluruhan, data yang disampaikan oleh BPS Kalimantan Tengah menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam berbagai indikator ketenagakerjaan di provinsi tersebut.
"Peningkatan jumlah angkatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran menjadi indikator positif bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah," kata Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)









