BORNEONEWS, Kobar - Semua pihak ikut menjaga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2016, yang digelar Rabu (7/9/2016). Pilkades Serentak di 35 desa di seluruh kecamatan se-Kobar ini dianggap sebagai contoh gambaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Kobar) 2017. DPRD Kobar berharap seluruh pihak, terutama aparat keamanan, membantu memastikan pelaksanaan proses demokrasi tingkat desa itu berjalan aman dan lancar.
"Pilkades Serentak ini hal baru bagi kita. Bukan hanya Pilkada yang dilaksanakan secara serentak. Tapi juga Pilkades. Dan ini baik. Karena anggaran pengeluaran daerah bisa lebih hemat. Dan itu akan jadi pelajaran untuk Pilkades gelombang kedua nanti," kata Ketua DPRD Kobar, Triyanto, Minggu (4/9/2016).
Triyanto mengatakan, Pilkades Serentak ini adalah hal yang baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat dan akan jadi suatu tantangan. Sebab, menggelar pesta demokrasi secara bersamaan ini penuh dengan segala potensi negatif, termasuk kericuhan. Meski begitu, Pilkades gelombang pertama di Kobar ini dinilai lebih efisien dalam hal meminimalkan pembiayaan daerah. Dengan digelar secara serentak, daerah dapat menghemat anggaran pengeluarannya, lebih baik dari sebelumnya.
Selain itu, pelaksanaan Pilkades Serentak Rabu juga akan jadi ujian bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dan aparat keamanan. Karena kelancaran pelaksanaan Pilkades Serentak akan jadi cerminan pelaksanaan Pilkada 2017 mendatang. Untuk itu, dirinya berharap Pilkades Serentak ini jangan dianggap hanya jadi tanggung jawab, pemerintah setempat saja. Namun harus jadi tanggung jawab seluruh masyarakat dan pihak terkait lainnya.
"Saya mengimbau, seluruh pihak bisa sama-sama menjaga keamanan dan kelancaran Pilkades Serentak nanti. Saya yakin, walau tidak diminta, kepolisian maupun TNI pasti akan turut membantu memastikan Pilkades nanti aman. Karena, Pilkades ini akan jadi contoh untuk Pilkada 2017 nanti. Kalau Pilkades di 35 desa itu lancar dan aman. Pilkada nanti juga akan lancar."
Bukan hanya kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan. Triyanto juga mengimbau para calon kepala desa yang maju pada Pilkades Serentak nanti bisa lebih dewasa dan menahan diri melakukan hal-hal atau manuver negatif yang dapat memecah belah masyarakat. Para calon kades juga diminta dapat lebih mawas diri terhadap upaya provokasi dari pihak lain, atau kades lain, untuk berbuat hal-hal yang dapat menimbulkan gesekan sosial.
"Para calon kades juga jangan mau diprovokasi atau malah memprovokasi calon lain dan warga. Sampaikan visi misi dengan kalimat-kalimat atau cara-cara yang menyejukkan. Masyarakat juga jangan mau dipecah belah. Pilih calon yang dianggal baik dan mampu membangun desa dengan baik pula. Intinya, mari kita sama-sama jaga keamanan dan kelancaran Pilkades Serentak nanti." (RADEN ARIYO/N).








