PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Tengah terus meningkat. Pada Agustus 2024, penduduk usia kerja mencapai 2.126,31 ribu orang, naik sebanyak 30,95 ribu orang dibandingkan Agustus 2023.

"Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah ini," ujar Agnes didampingi Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan berita resmi statistik pada Selasa, 5 November 2024.

Sebagian besar penduduk usia kerja tersebut merupakan angkatan kerja, yaitu sebanyak 1.460,91 ribu orang atau sekitar 68,71 persen. Sisanya, sebanyak 665,40 ribu orang, termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja.

"Komposisi ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia kerja di Kalimantan Tengah aktif secara ekonomi," tambah Agnes.

Komposisi angkatan kerja terdiri dari 1.402,28 ribu orang yang bekerja dan 58,63 ribu orang yang menganggur. Dibandingkan dengan Agustus 2023, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 53,27 ribu orang.

"Penduduk yang bekerja bertambah sebanyak 52,40 ribu orang, sementara pengangguran hanya bertambah 0,87 ribu orang," jelas Agnes.

Sejak tahun 2019, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK di Kalimantan Tengah mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Namun, dalam setahun terakhir, TPAK pada Agustus 2024 mengalami peningkatan sebesar 1,53 persen poin menjadi 68,71 persen.

"TPAK ini mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di wilayah ini," kata Agnes.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki secara konsisten lebih tinggi dibandingkan perempuan sejak Agustus 2019. Pada Agustus 2024, TPAK laki-laki mencapai 86,50 persen, sedangkan TPAK perempuan sebesar 49,60 persen.

"Dibandingkan dengan Agustus 2023, TPAK laki-laki meningkat 1,64 persen poin dan TPAK perempuan naik sebesar 1,47 persen poin," ungkap Agnes.

Peningkatan TPAK baik pada laki-laki maupun perempuan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi penduduk dalam pasar tenaga kerja.

"Ini adalah indikasi positif bahwa lebih banyak penduduk yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)