BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan melalui program Nol Lubang.
Pada tahun ini, Dinas PUPR Kobar telah berhasil menyelesaikan perbaikan di 1.500 titik jalan berlubang yang tersebar di berbagai lokasi. Program ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Kobar, Muhammad Hasyim Muallim, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons cepat atas banyaknya laporan dari masyarakat terkait kerusakan jalan.
"Laporan dari masyarakat kepada kami langsung kami tindak lanjuti. Tim Satgas Bina Marga segera turun ke lapangan untuk mengecek tingkat kerusakan jalan tersebut," ujarnya, Selasa, 5 November 2024.
Ia menambahkan bahwa setelah pengecekan kondisi, tim langsung melanjutkan ke tahap perbaikan.
"Pada tahun ini saja, ada 1.500 titik lubang yang telah kami selesaikan," kata Hasyim.
Program Nol Lubang ini dilakukan dengan metode patching, yakni teknik menambal jalan berlubang menggunakan material aspal. Hasyim mengungkapkan bahwa perbaikan segera penting dilakukan agar lubang tidak semakin parah dan mempercepat kerusakan jalan.
“Jika dibiarkan, kerusakan akan makin parah dan itu akan mempercepat kerusakan jalan,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas jalan, Hasyim menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan juga menjadi pertimbangan utama.
"Kerusakan berupa lubang yang tidak segera diperbaiki dapat berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, tim Satgas langsung bergerak begitu mendapat laporan," pungkasnya. (DANANG/j)
Dinas PUPR Kobar Tingkatkan Program Nol Lubang untuk Perbaikan Jalan Berlubang
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







