BORNEONEWS, Palangka Raya - Sumbul Sembiring adalah sosok inspiratif yang telah berhasil mereklamasi lahan bekas galian C seluas 35 hektare di Desa Tuntungan. Dengan dedikasi dan kerja kerasnya, lahan yang dulunya tandus kini telah berubah menjadi hutan kecil dengan pohon-pohon kayu yang tinggi dan besar.
Di pinggir sungai yang mengalir di desa tersebut, Sumbul membangun rumahnya yang dikelilingi oleh pepohonan rindang, menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk.
Keunikan lain dari Sumbul Sembiring adalah kemampuannya untuk memanggil ikan-ikan di sungai. Dengan hanya menghentakkan kakinya, di bawah jembatan ribuan ikan akan berkumpul di sekitarnya. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin menyaksikan keajaiban alam ini.
Pohon-pohon kayu yang ditanam oleh Sumbul kini telah berumur 17 tahun, menunjukkan betapa konsistennya upaya reklamasi yang dilakukan. Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi contoh best practice dalam reklamasi lahan bekas tambang. Atas dedikasinya, Sumbul Sembiring dianugerahi gelar Bapak Reklamator dalam acara Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada Selasa, 5 November 2024.
Acara Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun ini diperingati di rumah kayu milik Sumbul Sembiring di Desa Tuntungan II.
"Acara ini menjadi momen penting untuk memberikan penghargaan kepada Sumbul atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan," kata Ketua Forum DAS Belawan dan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Selasa, 5 November 2024.
Penyerahan sertifikat penghargaan dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas upaya luar biasa yang telah dilakukan oleh Sumbul.
Selain penyematan tanda penghargaan, acara ini juga diisi dengan kegiatan pelepasan ikan jurung, sebuah spesies ikan yang hampir punah di sungai tersebut.
"Pelepasan ikan ini diharapkan dapat membantu memulihkan populasi ikan jurung dan menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian alam," jelas Prof Rahmawaty.
Kehadiran Sumbul Sembiring sebagai Bapak Reklamator memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Kisah suksesnya menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, lahan yang rusak dapat dipulihkan dan dijadikan sumber kehidupan yang berkelanjutan. Sumbul menjadi teladan bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga alam.
Acara Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Tuntungan II ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, aktivis lingkungan, hingga masyarakat umum, termasuk Prof Abdul Rauf merupakan inisiator kegiatan ini didampingi Drs Mohd Isa Bangun yang adalah Sekertaris Forum DAS Belawan serta Prof Rahmawaty. Mereka semua berkumpul untuk merayakan keberhasilan Sumbul dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. Acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang konservasi.
"Dengan adanya acara ini, diharapkan semakin banyak orang yang terinspirasi untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Bapak Sumbul Sembiring telah membuktikan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga alam, dan dengan kerja keras serta dedikasi, perubahan positif dapat tercapai," tutur Prof Rahmawaty lagi.(TESTI PRISCILLA/H)









