BORNEONEWS, Kobar - Produksi daya PT Kaltimex tidak maksimal, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mengalami defisit listrik 5,6 MW. Beberapa hari terakhir, terutama Minggu (4/9/2016), listrik di Pangkalan Bun dan sekitarnya berkali-kali padam. Diduga ini akibat gangguan operasi produksi di sejumlah pembangkit daya pemasok listrik PLN. Diperkirakan terjadi pemadaman listrik bergilir, karena ada defisit 5,6 megawatt (MW).
Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto mengungkapkan, padam listrik Minggu (4/9) diakibatkan sejumlah hal. Salah satunya akibat kerusakan pada sistem pembangkit daya di pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) PT Kaltimex. Beberapa komponen mesin di PLTD rusak, akibat kerusakan pada salah satu trafo mesin. Akibatnya, PT Kaltimek tak mampu memasok daya secara penuh.
"Ini ada masalah coupling mesin sewa PT Kaltimex. Info dari PLTD, akan berkurang 5 MW. Tegangan dari Kaltimex masuk ke coupling itu. Trafo tegangannya yang jebol dan menghantam isolator CB. Parah, satu set Cell Panel kubikel rusak. Pasti (padam listrik) karena panel coupling mesin sewa itu," kata Purwanto, Minggu (4/9/2016).
Dengan kondisi ini, pihak PLN mengalami devisit daya sekitar 5,6 MW dan terpaksa akan memadamkan sebagian aliran listrik di Kobar. Pada Senin (5/9), pihaknya juga akan melakukan pemadaman sebagian. Untuk melakukan penjamperan kabel panel yang mengalami kerusakan. Agar kondisi listrik di Kobar bisa segera pulih.
Selain itu, padam listrik pada Minggu siang itu diduga juga Diakibatkan sejumlah hal lain. Salah satunya akibat adanya pohon yang roboh dan menimpa jaringan tegangan menengah (JTM) di Jalan Raya Pasir Panjang. Kemudian diduga akibat kendala operasi produksi di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT Exploitasi Energy Indonesia (EEI) Kumai. Operasi produksi di PLTU tersebut dilaporkan berhenti mendadak, akibat kesulitan memperoleh air dari Sungai yang sedang surut.
"Tadi infonya PLTU stop mendadak. Katanya karena air sungai yang surut. KTH juga sempat Stop mendadak. Tadi (4/9), hanya dua penyulang ya mati.
Belum sempat minta penjelasan, malah padam total. Terus ada info lagi, ada pohon roboh di Pasir Panjang yang mengenai JTM." (RADEN ARIYO/N).








