BORNEONEWS, Tamiang Layang - Herlin Dwinanda Putri, sosok Putiri Bunsu 2024 atau Putri Duta Pariwisata Kabupaten Barito Timur membawa gagasan baru yang mungkin akan mengubah cara orang melihat Barito Timur - sebuah peta digital berbasis ArcGIS Web yang siap membawa keindahan Barito Timur lebih dekat dengan dunia.
Menggunakan platform ArcGIS Web, sebuah teknologi pemetaan online dari ESRI, Herlin menciptakan peta wisata yang bukan hanya menjadi penunjuk arah, tapi juga menjadi jendela bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang objek-objek wisata di daerah ini.
"Peta ini saya buat untuk mengoptimalkan potensi wisata alam, situs budaya, dan sejarah yang dimiliki Barito Timur, yang selama ini belum terpublikasikan secara maksimal karena keterbatasan akses informasi," ungkapnya, Rabu, 6 November 2024.
Semangat Herlin terpancar dari keinginannya untuk melihat Barito Timur berkembang dan dikenal, bukan hanya bagi penduduk lokal, tetapi juga para wisatawan dari luar.
Herlin menyusun peta ini sebagai panduan interaktif. Bagi wisatawan, fitur-fitur yang ada memungkinkan mereka mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai lokasi, deskripsi, hingga fasilitas di sekitar setiap objek wisata.
Lewat layar komputer atau ponsel, pengunjung dapat melihat potret Barito Timur yang kaya, mulai dari tempat wisata alam, situs budaya yang sarat cerita sejarah, hingga situs-situs lain yang mungkin sebelumnya belum banyak diketahui.
Tidak hanya untuk wisatawan, peta ini juga menjadi alat strategis bagi para pemangku kepentingan di sektor pariwisata Barito Timur. Bagi mereka, peta ini merupakan basis data penting yang bisa digunakan untuk memetakan kebutuhan pengembangan wisata di masa depan. Melalui data yang akurat dan visualisasi yang informatif, perencanaan pariwisata bisa dilakukan dengan lebih matang dan terarah.
“Melalui peta digital ini, kami berharap wisatawan dapat menemukan berbagai destinasi di Barito Timur dengan lebih mudah, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memperkenalkan potensi wisata lokal,” ujar Herlin.
Dengan teknologi yang mendekatkan informasi ini, ia berharap masyarakat setempat pun semakin sadar dan bangga akan kekayaan pariwisata yang mereka miliki.
Bagi Herlin, peta ini menjadi upayanya untuk menyatukan teknologi dan tradisi, membawa pesona Barito Timur ke layar digital tanpa menghilangkan keindahan alami dan autentisitasnya.
Di era di mana orang bisa berwisata hanya dengan mengetik di mesin pencari, Herlin ingin memastikan Barito Timur juga hadir di sana, bersaing dengan destinasi-destinasi besar lain yang lebih dulu dikenal.
Peta digital ini dapat diakses melalui bit.ly/petawisatabartim, dan nantinya akan disebarluaskan melalui situs web resmi pemerintah daerah serta berbagai platform media sosial. Herlin telah memulai langkah besar bagi pariwisata Barito Timur, sebuah peta, tetapi dengan segudang cerita, siap menyambut para pelancong dari segala penjuru. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









