SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah untuk segera menertibkan pasar-pasar yang tidak mengantongi izin di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun mengungkapkan keberadaan pasar-pasar tak berizin atau pasar dadakan berdampak pada menurunnya jumlah pembeli yang masuk ke pasar PPM dan pasar resmi lainnya. 

"Kami meminta pemerintah daerah agar lebih tegas dalam menangani pasar-pasar tak berizin ini. Jika pasar-pasar tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada, kami ingin ketegasan dari pihak berwenang untuk menertibkan demi memaksimalkan kembali fungsi PPM sebagai pusat ekonomi tradisional seperti pada masa lalu," kata Rimbun, Rabu, 6 November 2024.

Dirinya sempat meninjau pasar PPM baru-baru ini. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga bahan pokok di Pasar PPM saat ini sudah tergolong stabil, tanpa ada kenaikan yang signifikan.

Meskipun begitu, masalah yang muncul justru adalah kurangnya minat pembeli untuk berbelanja di pasar tersebut.

Hal ini diduga salah satu faktornya akibat dari persaingan dengan pasar-pasar dadakan atau pasar yang beroperasi tanpa izin, yang kerap menarik perhatian masyarakat karena akses yang lebih mudah.

Menurut Rimbun, langkah penertiban ini penting untuk mengembalikan citra Pasar PPM sebagai pusat perdagangan utama di Kotim, sebagaimana pada masa kejayaannya sekitar tahun 2004 hingga 2010. Saat itu, Pasar PPM menjadi ikon kota Sampit yang ramai dikunjungi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait regulasi pasar. Jika perlu, DPRD Kotim menyarankan adanya peninjauan kembali mengenai penempatan pasar-pasar di wilayah Kotim agar tidak mengganggu kelangsungan pasar yang sudah lama berdiri dan memiliki izin resmi, seperti PPM.

Sementara itu, salah satu pedagang daging ayam di pasar ikan mentaya, Lili, menyampaikan harapannya agar pasar dadakan ditertibkan untuk mengisi pasar resmi yang kini mulai kosong.

"Karena kita melihat pasar ini banyak yang kosong, jadi jika mereka mengisi pasar-pasar ini akan lebih ramai. Juga penataannya akan rapi, sebab pasar dadakan dipinggir jalan itu biasanya membuat macet," kata Lili. (DEWI PATMALASARI/R)