BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diadakan di Rumah Kayu, Desa Tuntungan II, tahun 2024, salah satu kegiatan utama adalah penanaman bibit pohon durian di sekitar area Daerah Aliran Sungai atau DAS pada Selasa, 5 November 2024.
Kegiatan ini berlangsung di Dusun Tanduk Benua, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, dan melibatkan berbagai pihak dari akademisi hingga masyarakat.
Prof Rahmawaty, Ketua Forum DAS Belawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
"Penanaman bibit pohon durian ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga setempat di masa depan," ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews.
Selain penanaman pohon, acara ini juga menjadi ajang praktikum bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU. Mahasiswa melakukan praktikum mata kuliah Pengelolaan DAS di bawah bimbingan Prof Abdul Rauf dan Prof Rahmawaty.
"Lokasi ini sekaligus sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa Fahutan USU dalam mata kuliah Pengelolaan DAS," tambah Prof Rahmawaty yang juga adalah Guru Besar USU.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian flora dan fauna.
Selain penanaman pohon, acara ini juga diisi dengan pelepasliaran ikan jurung, salah satu spesies ikan yang hampir punah, sebagai upaya untuk memulihkan populasi ikan di sungai setempat.
Prof Abdul Rauf, yang juga merupakan Ketua Forum DAS Wampu, bersama Prof Rahmawaty, memimpin kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka berdua dikenal sebagai inisiator utama dalam berbagai proyek konservasi yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang rusak.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Prof Abdul Rauf.
Acara ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dengan adanya kegiatan praktikum ini, mahasiswa Fahutan USU mendapatkan pengalaman langsung yang sangat berharga dalam bidang konservasi dan pengelolaan DAS.(TESTI PRISCILLA/R)









