PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali beradu visi dan misi dalam debat publik kedua Pilgub Kalteng, Selasa, 5 November 2024 malam.

Debat yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kalteng ini membahas sejumlah isu penting, mulai dari infrastruktur, kesejahteraan guru, hingga program unggulan masing-masing paslon.

Paslon nomor urut 1, Willy Midel Yoseph-Habib Ismail, menekankan komitmen mereka untuk melayani masyarakat dan membawa Kalteng menuju kemajuan.

Willy menegaskan bahwa kepemimpinan mereka akan fokus pada kepentingan rakyat, sementara Habib Ismail menjanjikan peningkatan insentif bagi guru dan tenaga kesehatan.

"Kami akan mengembalikan dan meningkatkan insentif guru dan tenaga kesehatan," tegas Habib Ismail.

Cagub nomor urut 2, Nadalsyah (Koyem), tampil sendiri tanpa didampingi cawagubnya Supian Hadi (SHD) yang sedang sakit.

Koyem berjanji untuk meningkatkan infrastruktur di Kalteng dengan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Ia juga menjanjikan baju seragam gratis dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta peningkatan beasiswa.

Paslon nomor urut 3, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, menonjolkan program Kartu Huma Betang sebagai solusi untuk meningkatkan pelayanan publik yang ramah dan mudah diakses.

Edy menambahkan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

"Kami juga akan memberikan bantuan kepada pemerintah desa sebesar 200-500 juta rupiah," ungkap Edy.

Terakhir, paslon nomor urut 4, Abdul Razak-Sri Suwanto, menyinggung soal insentif guru yang sempat dihapuskan dan perbaikan infrastruktur. Razak berjanji untuk meningkatkan pendapatan guru, baik PNS, PPPK, maupun honorer.

"Kami akan meningkatkan pendapatan guru, baik PNS, PPPK, maupun honorer," tegas Razak.

Sri Suwanto menambahkan, di bawah kepemimpinan Razak-Sri atau ASRI, pekerja kebun, buruh, petani, nelayan hingga ojek online akan mendapatkan jaminan kesehatan dan bisa berobat gratis. Ia juga menjanjikan penurunan angka kemiskinan di Kalteng.

"Sejak 2019 penduduk miskin terus meningkat. Menurut BPS 2023 penduduk miskin lebih dari 142 ribu dan 57 ribu lebih yang menganggur, kami apresiasi pemuda yang berusaha atas kreatifitasnya sendiri," tandasnya.

Debat publik kedua ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat tentang visi dan misi masing-masing paslon, sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang tepat pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah 2024. (PATHUR/R)