BORNEONEWS, Palangka Raya - Di Indonesia, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional atau HCPSN diperingati setiap tahun pada tanggal 5 November. Peringatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.
HCPSN bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian puspa atau flora dan satwa atau fauna di Indonesia.
Pada 2024, kegiatan HCPSN dilaksanakan pada hari Selasa, 5 November, di Rumah Kayu, yang dikenal sebagai Best Practice Reklamasi Lahan Bekas Galian C DAS Belawan, terletak di Dusun III, Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Acara ini dipimpin oleh reklamator Bapak Sumbul Sembiring, yang telah berhasil mereklamasi lahan tersebut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai partisipan, termasuk Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau BPDAS Sumatera Utara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumatera Utara, Forum DAS Sungai Belawan, Forum DAS Sungai Wampu, Komandan Rayon Militer atau Koramil Deli Serdang, anggota DPRD Deli Serdang, serta akademisi dari berbagai universitas.
Di antaranya adalah Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan atau UINSU, Dekan Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara atau UNUSU, dan dosen dari Universitas Sumatera Utara, yakni Prof Rahmawaty dan Prof Abdul Rauf.
Selain itu, mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas juga turut serta dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU, Fakultas Pertanian UNUSU, Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dan Institut Teknologi Sawit Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan akademisi dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Kegiatan utama dalam peringatan HCPSN ini meliputi penaburan benih ikan jurung sebanyak 1.200 ekor ke dalam DAS Belawan dan penanaman bibit pohon di Dusun Tanduk Benua, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews.
Kegiatan ini menurutnya bertujuan untuk memulihkan ekosistem dan meningkatkan populasi ikan jurung yang hampir punah.
"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian flora dan fauna semakin meningkat," harapnya.
Partisipasi berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia demi masa depan yang lebih baik.(TESTI PRISCILLA/R)









