SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 2.574 peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim).

"Alhamdulillah, Kabupaten Kotim bisa melaksanakan tes CPNS pada hari ini sesuai jadwal yang ditetapkan. Kapasitas ruangan memungkinkan 75 peserta untuk mengikuti tes dalam satu sesi, dan kami melaksanakan 4 sesi setiap hari, sehingga sekitar 300 orang bisa terlayani dalam sehari," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Rabu, 6 November 2024.

Tes ini dijadwalkan berlangsung selama 9 hari berturut-turut, termasuk pada hari Minggu. Pada sesi perdana SKD CPNS, Sanggul memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap berjuang, bersabar, dan percaya diri dalam menghadapi tes.

"Kami mengingatkan kepada adik-adik peserta untuk berjuang dengan doa, sabar, dan percaya diri saat menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan selama tes berlangsung," ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makkalepu, menyebutkan kebutuhan formasi CPNS di Kotim mencapai 255 orang.

Dari jumlah tersebut, 50 formasi dialokasikan untuk tenaga kesehatan, sementara 205 formasi lainnya diperuntukkan bagi tenaga teknis.

"Sebanyak 2.574 orang dinyatakan lulus administrasi pasca sanggah dan berhak mengikuti SKD. Namun, ada 17 peserta yang memilih untuk tidak mengikuti tes karena mereka memutuskan menggunakan nilai SKD dari tahun sebelumnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kamaruddin.

Tes SKD CPNS di Lingkungan Pemkab Kotim berlangsung di 20 titik lokasi dan diharapkan berjalan lancar hingga selesai. Pelaksanaan tes ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam menyediakan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Randi, salah satu peserta SKD CPNS mengaku sudah kedua kalinya mengikuti seleksi CPNS. Berbekal dari pengalaman sebelumnya, dirinya mempersiapkan diri selama 1 bulan. Bahkan persiapan terus ia genjot saat resmi lolos seleksi administrasi. 

"Saya mendaftar untuk formasi di Inspektorat daerah. Dulu saya kerja di sawit dan ingin mencoba keberuntungan mengikuti seleksi CPNS. Alasannya saya ingin mendapat pekerjaan, pengalaman dan hasil yang lebih baik untuk masa depan saya dan keluarga," ujar Randi. (DEWI PATMALASARI/R)