BORNEONEWS, Sampit – Komunitas Peduli Kotim, yang diwakili oleh Riduan Kesuma, mengungkapkan sejumlah masalah terkait pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam forum ini, Riduan menyampaikan empat poin utama yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD.
“Ada empat hal yang kami sampaikan dalam surat yang kami tujukan kepada Ketua DPRD Kotim dan Komisi III, yaitu masalah manajemen, pelayanan BPJS Kesehatan, keamanan oleh petugas keamanan, serta pengelolaan parkir,” kata Riduan Kesuma, Rabu, 6 November 2024.
Menurut Riduan, kritik ini bukan bentuk antipati terhadap RSUD dr Murjani, tetapi justru bentuk perhatian dan harapan agar rumah sakit milik pemerintah ini mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Meskipun sarana dan prasarana sudah memadai, beberapa kendala di bidang pelayanan publik masih perlu diperbaiki.
Riduan juga menyoroti adanya kasus yang sempat viral di media massa, di mana seorang pasien rujukan dari Puskesmas tidak dilayani selama beberapa jam akibat masalah pada sistem pendaftaran online.
“Jika sistem online mengalami gangguan, seharusnya pihak rumah sakit segera menyiapkan tenaga teknis untuk memperbaikinya karena ini menyangkut nyawa manusia,” ujar Riduan.
Selain itu, Riduan mengusulkan agar rumah sakit menyediakan petugas front office yang siap melayani pasien di awal penerimaan, baik yang sudah maupun yang belum terdaftar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan respons dan koordinasi pelayanan bagi para pasien.
Masalah lain yang disampaikan adalah terkait kolaborasi manajemen rumah sakit dengan BPJS Kesehatan. Riduan menjelaskan bahwa sering kali masyarakat yang memiliki kartu BPJS tidak bisa langsung mengakses layanan. Bahkan, nomor konselor BPJS di rumah sakit sulit dihubungi. “Bagaimana solusinya agar pasien dapat segera menggunakan layanan BPJS tanpa kendala? Hal ini penting untuk segera diperbaiki,” tambahnya.
Riduan juga menambahkan bahwa proses pengambilan obat perlu diperbaiki. Pelayanan yang cepat dan akurat sangat diperlukan agar pasien tidak harus menunggu lama dalam proses pengambilan obat.
Selain masalah layanan, Komunitas Peduli Kotim juga meminta agar rumah sakit melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kuota pelayanan harian. “Masyarakat yang datang dari jarak jauh kasihan kalau harus pulang tanpa pelayanan. Sosialisasi mengenai sistem kuota sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman,” jelasnya.
Riduan juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah medis yang benar. Dari hasil kunjungan lapangan dan dokumentasi Komunitas Peduli Kotim, ditemukan kekhawatiran terkait limbah medis yang dikhawatirkan dapat menjadi sumber bakteri yang membahayakan masyarakat sekitar.
Empat poin penting ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen RSUD dr Murjani Sampit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kotim. (DEWI PATMALASARI/J)









