PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Sekda Palangka Raya, Arbert Tombak,  menekankan pentingnya pemenuhan Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pemenuhan MCP merupakan langkah krusial dalam upaya pencegahan korupsi," katanya, Rabu, 6 November 2024.

MCP KPK merupakan sebuah sistem monitoring dan evaluasi yang digunakan untuk mengukur capaian pemerintah daerah dalam upaya pencegahan korupsi. 

Pemenuhan poin-poin dalam MCP menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Arbert menjelaskan, ASN memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan korupsi.  Integritas dan kepatuhan ASN terhadap aturan dan regulasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

"Pemenuhan MCP oleh ASN merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut," ungkapnya.

Pj Sekda meminta seluruh ASN untuk memahami dan melaksanakan langkah-langkah konkret dalam pemenuhan MCP KPK.

Hal ini meliputi peningkatan transparansi dalam penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan aset daerah.  Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku juga menjadi bagian penting dari upaya pemenuhan MCP.

Untuk memastikan seluruh ASN memahami dan mampu memenuhi MCP KPK, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pelatihan yang berkelanjutan. 

Sosialisasi dan pelatihan ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada ASN tentang pentingnya MCP dan langkah-langkah praktis untuk memenuhinya. (HENDRI/j)