BORNEONEWS, Kasongan - Hujan lebat sekitar tiga jam yang mengguyur wilayah Kabupaten Katingan, Minggu (4/9) siang langsung menghilangkan debu dan juga titik panas di wilayah itu.
"Kita sangat terbantu dengan adanya hujan lebat kemarin. Sebab dengan hujan itu langsung menghilangkan debu dan juga sejumlah titik api di wilayah kita ini," sebut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Laga Landang, Senin (5/9/2016).
Dari pantauan pihaknya, ujar Laga Landang, hujan lebat sekitar tiga jam itu cukup merata. Selain di Kota Kasongan, hujan juga terjadi di Kereng Pangi, Petak Bahandang, Pendahara dan sejumlah wilayah kecamatan lainnya.
Namun meski saat ini belum ada laporan titik panas di daerahnya, pihaknya tetap melakukan patroli di sejumlah wilayah untuk memantau kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) ini.
"Iya sampai sekarang kami masih terus waspada dan melakukan patroli di sejumlah wilayah, meski kadang hujan terjadi, terutama daerah rawan kebakaran lahan dan hutan," katanya.
Mengenai peralatan pemadam kebakaran, Laga Landang mengaku untuk Katingan ini sebenarnya masih kurang.
"Ssbenarnya mobil pemadam kita ini masih kurang, sebab selama ini di Kasongan baru ada 3, Kereng Pangi1, di Tumbang Samba 2, di Pendahara 1, dan Pagatan satu unit. Itupun yang masih baru satu unit di Tumbang Samba dan 1 unit di Pendahara, sedangkan yang lainnya mobilnya sudah tua," katanya.
Laga Landang juga mengaku hingga saat ini belum ada daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih seperti musim kemarau tahun 2015 lalu.
Sebelumnya Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas Suyono menegaskan jika masyarakat tidak boleh membakar lahan dan hutan pada musim kemarau tahun 2016 ini.
Jika sampai terjadi kebakaran maka akan terpantau secara langsung oleh satelit.
Bahkan pihaknya, katanya akan menindaklanjuti untuk memadamkan kebakaran itu meski titik api yang ada intensitasnya kecil.
"Kalau ada warga yang sengaja membakar lahan dan hutan itu kita pasti akan melakukan penegakan hukum, oleh sebab itu kita imbau jangan sampai ada warga yang membakar lahan ini," tegasnya.
Pemda Katingan, sebutnya bahkan sudah membentuk tim terpadu terkait Karhutla ini. Selain dari Kepolisian/TNI, tim terpadu ini juga dari BPBD, dan pihak Satpol PP. Tim terpadu ini sudah berkomitmen melaksanakan kegiatan bersama berupa patroli gabungan dan menyiapkan tim buru api, terutama pada akhir pekan.
"Biasanya waktu libur Sabtu, Minggu dapat terjadi kebakaran, sebab biasanya masyarakat banyak pergi ke ladang," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)








