BORNEONEWS, Palangka Raya - Konferensi Internasional ke-10 tentang Perubahan Iklim atau 10th International Conference on Climate Change yang berlangsung pada 6-7 November 2024 di Universitas Gifu, Jepang, telah menarik perhatian global. Pasalnya konferensi ini menghadirkan puluhan akademisi dari berbagai negara mulai dari USA, Jepang yang juga sebagai tuan rumah, hingga Indonesia.
Acara yang diikuti Borneonews via zoom ini dihadiri oleh para ahli dari berbagai sektor, termasuk akademisi, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah, yang berkumpul untuk membahas tantangan dan solusi terkait perubahan iklim. Salah satu akademisi Indonesia yang terlibat ialah Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara.
Pembukaan konferensi ini menampilkan pidato dari beberapa tokoh terkemuka, termasuk Prof Masateru Senge dari Universitas Gifu dan Dr Hiroyuki Muraoka dari Pusat Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Sesi pleno pertama membahas strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Para pembicara menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang model iklim dan distribusi curah hujan yang tidak merata, serta dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia dan ekosistem laut.
Diskusi panel juga mencakup topik-topik seperti jejak karbon, emisi gas rumah kaca, dan penelitian tentang daur ulang dan penggunaan kembali energi. Para peserta didorong untuk berbagi temuan terbaru mereka dan menjalin kemitraan baru untuk mempercepat upaya mitigasi perubahan iklim.
Hari kedua konferensi nantikan akan difokuskan pada risiko infrastruktur dan perencanaan adaptasi iklim. Para ahli membahas bagaimana perubahan iklim mempengaruhi perencanaan kota dan infrastruktur, serta pentingnya pendekatan holistik dalam perencanaan adaptasi.
Konferensi ini diakhiri dengan seruan untuk tindakan nyata dan komitmen dari semua pihak yang terlibat. Para peserta sepakat bahwa hanya melalui kerja sama global dan inovasi berkelanjutan, tantangan perubahan iklim dapat diatasi secara efektif. (TESTI PRISCILLA/j)









