PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Konferensi Internasional ke-10 tentang Perubahan Iklim yang berlangsung pada 6-7 November 2024 di Universitas Gifu, Jepang, Prof Rahmawaty akan menjadi salah satu pembicara. Prof Rahmawaty akan menyampaikan materi dalam kelompok diskusi "Risiko Langsung dan Tidak Langsung terhadap Kesejahteraan" yang sangat relevan dengan tema besar konferensi tahun ini.

Prof Rahmawaty akan membahas topik "Strategi Manajemen untuk Pariwisata Alam dan Produk Hutan Non-Kayu Mendukung Perlindungan Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dalam Mitigasi Perubahan Iklim".

"Materi ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Rabu, 6 November 2024.

Kontribusi Prof Rahmawaty dalam konferensi ini diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk mengadopsi pendekatan serupa di wilayah mereka masing-masing. Dengan demikian, konferensi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong tindakan nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim secara global.

Konferensi Internasional ke-10 tentang Perubahan Iklim atau 10th International Conference on Climate Change yang berlangsung pada 6-7 November 2024 di Universitas Gifu, Jepang, telah menarik perhatian global. Pasalnya konferensi ini menghadirkan puluhan akademisi dari berbagai negara mulai dari USA, Jepang yang juga sebagai tuan rumah, hingga Indonesia.

Acara yang diikuti Borneonews via zoom ini dihadiri oleh para ahli dari berbagai sektor, termasuk akademisi, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah, yang berkumpul untuk membahas tantangan dan solusi terkait perubahan iklim. Salah satu akademisi Indonesia yang terlibat ialah Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara. (TESTI PRISCILLA/j)