BORNEONEWS, Nanga Bulik - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Yohana Susana Yambise, akhirnya tiba di kota indah Nanga Bulik, kabupaten Lamandau sekitar pukul 09.00 WIB.

Ibu menteri yang datang beserta rombongan di sambut hangat seluruh pejabat teras Lamandau termasuk Wakil Gubernur Kalteng, Habib H. Said Ismail yang sengaja datang ke Bumi Bahaum Bakuba. Rombonganpun ikuti prosesi adat Dayak Tomun, di Rumah Jabatan Bupati Lamandau, Komplek perkantoran Bukit Hibul.

Setibanya di Rujab Bupati Lamandau, acara langsung diambil alih oleh petinggi adat. Dengan khidmat, rombongan menteri mengikuti segenap prosesi adat, seperti halnya prosesi adat Potong Pantan, Tapung Tawar, Benaik Benaki serta Baigal.

Seperti diketahui, kedatangan Menteri PPPA di Lamandau kali ini dalam rangka pencanangan kabupaten Lamandau menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Selebihnya, rombongan menteri juga diagendakan untuk mengujungi sejumlah tempat seperti halnya sekolah berkebutuhan khusus SLNB Nanga Bulik, PAUD Beata Maria Helena dan yang lainnya.

Dalam kesempatannya, Yohana Yambise, mengaku sangat terkesan dan mengapresiasi prosesi penyambutan dari pihak pemerintah daerah Lamandau. Terlebih, kata dia, dirinya baru kali ini menginjakkan kaki di Bumi Lamandau, dan disambut dengan budaya khas daerah Lamandau yang belum pernah dirinya jumpai sebelumnya.

Sembari menyelipkan pesan, dirinya mewakili pemerintah pusat berharap sekaligus mengajak agar semua pihak dapat memahami dan mengaplikasikan peraturan-peraturan tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Saya ingatkan, kini sudah ada undang-undang perlindungan anak. Artinya, tidak dibenarkan adanya kekerasan terhadap anak dalam bentuk apapun, verbal maupun non verbal," pesannya. (HENDI NURFALAH/m)