BORNEONEWS, Palangka Raya - Desa Habeahan di Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, dikenal sebagai wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti longsor dan banjir bandang.
Minimnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana memperparah risiko dan dampak bencana di wilayah ini. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara atau LPPM USU melaksanakan program pelatihan dan sosialisasi mitigasi bencana.
Program yang berjudul "Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi (Aspek Lingkungan) di Desa Habeahan Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan" ini dipimpin oleh Prof Abdul Rauf, dengan koordinator Dr T Irmansyah, Prof Rahmawaty, Dr Bejo Slamet, dan Nur Ulina Warnisyah Sebayang.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Habeahan," kata Prof Abdul Rauf dalam rilisnya pada Rabu, 6 November 2024.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian masyarakat LPPM USU menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik di lapangan. Metode ini dipilih untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi bencana.
"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi," terangnya.
Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Habeahan. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini. Dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam melakukan mitigasi bencana dan mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi.
"Program ini juga mendukung target Sustainable Development Goals atau SDGs nomor 13, yaitu penanganan perubahan iklim," bebernya.
Dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana, program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs desa mandiri dan aspek keberlanjutannya. Hal ini sejalan dengan tujuan LPPM USU untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
"Hasil dari kegiatan ini tidak hanya berupa peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga publikasi ilmiah, video dokumentasi, dan artikel ilmiah. Publikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi program-program serupa di masa depan dan memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang mitigasi bencana," jelas Prof Rauf.
Prof Abdul Rauf menyatakan bahwa program ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Habeahan dan menjadi model bagi daerah-daerah lain yang menghadapi risiko bencana serupa," ujarnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Habeahan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam upaya mitigasi bencana, dan program ini telah memberikan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









