BORNEONEWS, Kasongan - Sebanyak 18 tenaga harian lepas (THL) penyuluh pertanian di wilayah Kabupaten Katingan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ini realisasi nota kesepakatan antara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian dengan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Berdasarkan rilis bagian Humas dan Protokol Setda Katingan yang diterima Borneonews, Senin (5/9/2016), disebutkan, nota kesepakatan tersebut tentang pengadaan calon pegawai negeri sipil tahun 2016 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan dari tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian.

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana atas nama Presiden RI selaku pihak pertama, dan Bupati Ahmad Yantenglie atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan selaku pihak kedua.

Ke 18 THL penyuluh pertanian yang diangkat statusnya menjadi CPNS, itu tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, diantaranya Kamipang, Katingan Kuala, Pulau Malan, Tasik Payawan, dan Tewang Sanggalang Garing. Kemudian Kecamatan Sanaman Mantikei, Katingan Tengah Tengah, dan Kecamatan Petak Malai. 

Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie mengaku gembira dengan telah diangkatnya tenaga harian lepas (THL) penyuluh pertanian itu oleh pemerintah pusat.

Orang nomor satu di Bumi Penyang Hinjei Simpei ini berharap dengan perubahan status ke 18 petugas penyuluh pertanian tersebut maka kinerja mereka bisa lebih baik lagi, terutama dalam memberikan penyuluhan terhadap para petani.

"Yang jelas adanya program cetak sawah seluas 5.000 hektar di Kabupaten Katingan tahun 2016 ini tentu membutuhkan tenaga-tenaga penyuluh pertanian itu, dan kita berharap kepada 18 orang THL penyuluh yang statusnya kini menjadi CPNS nantinya bisa terus memberikan ilmunya kepada petani dalam meningkatkan prouktifitas hasil tanaman padinya," harap Bupati Ahmad Yantenglie. (ABDUL GOFUR/N).