PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Desa Habeahan di Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat bertema mitigasi bencana pada tahun 2024. Program ini berlangsung selama enam bulan, dari April hingga September 2024.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di wilayah tersebut," kata Guru Besar Universitas Sumatera Utara kepada Borneonews pada Kamis, 7 November 2024.

Berlatarkan hal ini tim pengabdian masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara atau LPPM USU melaksanakan program pelatihan dan sosialisasi yang berjudul "Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi (Aspek Lingkungan) di Desa Habeahan Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan" dengan dipimpin oleh Prof Abdul Rauf, serta koordinator Dr T Irmansyah, Prof Rahmawaty, Dr Bejo Slamet, dan Nur Ulina Warnisyah Sebayang.

"Langkah awal yang diambil dalam program ini adalah sosialisasi tahap awal mengenai rencana solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada mitra," tutur Prof Rauf lagi.

Sosialisasi ini dibuktikan dengan surat kerjasama antara mitra dan tim pengabdian dari LPPM USU. Setelah mitra memahami dan menyetujui kerjasama tersebut, tim melakukan diskusi mengenai waktu pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi mitigasi bencana. Kegiatan ini menjadi prioritas utama dalam aspek lingkungan.

Metode pendekatan yang akan digunakan dalam program ini meliputi survei potensi dan permasalahan di masyarakat Desa Habeahan.

"Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kondisi masyarakat sebagai mitra dalam program ini. Setelah survei, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion atau FGD membahas temuan survei dan merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat," terangnya.

Pelatihan dan bimbingan teknis dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi langsung dengan masyarakat. Tahap persiapan alat dan bahan menjadi langkah awal dalam pelaksanaan program ini.

Dosen pengusul kegiatan mempersiapkan segala dokumen dan kelengkapan berkas serta bahan baku yang akan digunakan dalam pelatihan. Bibit pohon dan alat-alat pendukung lainnya disiapkan untuk mendukung kegiatan ini.

Setelah persiapan selesai, tahap penyuluhan dan sosialisasi dilakukan kepada masyarakat Desa Habeahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam menghadapi bencana.

Selain itu, tahap monitoring dan evaluasi juga akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan program. Proses monitoring ini akan dipantau oleh dosen tim pengabdian dan mahasiswa yang bersangkutan, serta didampingi oleh LPPM USU.

"Dengan adanya program pengabdian ini, diharapkan masyarakat Desa Habeahan dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Partisipasi aktif masyarakat dan kerjasama yang baik antara mitra dan tim pengabdian menjadi kunci utama keberhasilan program ini," kata Prof Rauf.(TESTI PRISCILLA/R)