BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Komisi III memberikan enam rekomendasi guna mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Murjani Sampit. Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, menyampaikan bahwa rekomendasi ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Komisi III menggelar rapat kerja dengan manajemen RSUD dr. Murjani Sampit, Dewan Pengawas Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Kimia Farma, serta perwakilan Komunitas Peduli Kotim. Rapat ini menindaklanjuti inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu serta sejumlah aspirasi masyarakat terkait layanan kesehatan di RSUD dr. Murjani Sampit.
Enam Rekomendasi Peningkatan Pelayanan Kesehatan di RSUD dr. Murjani Sampit:
-
Sosialisasi Layanan BPJS dan Pendaftaran Pasien: BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan diminta melakukan sosialisasi mengenai jenis layanan dan proses pendaftaran pasien rawat jalan di RSUD dr. Murjani Sampit.
-
Desk Layanan BPJS di RSUD: BPJS Kesehatan diharapkan menyediakan desk layanan di RSUD dr. Murjani Sampit untuk memudahkan pelayanan kepada peserta JKN.
-
Langkah-Langkah Peningkatan Layanan: RSUD dr. Murjani Sampit diminta menerapkan langkah-langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk meningkatkan pelayanan di setiap instalasi.
-
Koordinasi Kimia Farma dengan Fasilitas Kesehatan: Kimia Farma diharapkan meningkatkan koordinasi untuk memastikan ketersediaan obat terutama bagi peserta JKN di semua fasilitas kesehatan.
-
Studi untuk Atasi Kelebihan Kapasitas: Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Murjani Sampit diminta melakukan studi untuk menghadapi kelebihan kapasitas kunjungan pasien di fasilitas kesehatan.
-
Laporan Berkala ke DPRD: RSUD dr. Murjani Sampit diharapkan melaporkan kemajuan upaya peningkatan layanan kepada DPRD Kotim secara berkala sebagai bahan informasi untuk pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, Yulia Nofiany, menyambut positif rapat ini dan menyatakan bahwa koordinasi yang terjalin efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Menurutnya, forum ini membuka wawasan terkait sistem pelayanan kesehatan yang lebih terkoordinasi dan kolaboratif.
Beberapa kendala utama yang dibahas dalam rapat meliputi kelebihan kapasitas rumah sakit, kurangnya sosialisasi mengenai regulasi BPJS, dan minimnya tenaga spesialis. Yulia berharap koordinasi antar pemangku kepentingan semakin ditingkatkan untuk mengatasi kendala tersebut dan agar pelayanan RSUD dr. Murjani Sampit dapat bersaing dengan rumah sakit swasta.
ANTARA









