SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit — Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, kini dalam kondisi memprihatinkan setelah 20 tahun tidak tersentuh pemeliharaan. Kondisi bangunan, infrastruktur, dan fasilitas di pasar ini menjadi sorotan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kotim.

"Bangunan pasar PPM ini tidak terjamah hampir 20 tahun sejak awal pembangunan. Sudah saatnya kita melakukan pemeliharaan agar pasar ini nyaman untuk para penjual dan pembeli, serta bisa memberikan pelayanan yang baik dari pemerintah daerah," kata Ketua DPRD Kotim Rimbun, Kamis, 7 November 2024.

RDP tersebut dihadiri Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Setda Kotim Alang Arianto, perwakilan pedagang pasar PPM, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Perhubungan.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, Pardamean Gultom, juga menyoroti berbagai permasalahan di Pasar PPM, mulai dari listrik, toilet, hingga area parkir yang tidak memadai. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa area parkir pasar justru dipakai untuk berdagang, sementara kondisi jalan di dalam pasar sangat buruk.

"Sebagai tempat bertemunya orang-orang, pasar ini seharusnya menjadi ikon Kotim. Kita perlu merumuskan anggaran yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II lainnya, Andi Lala, turut mendesak agar anggaran segera disiapkan untuk perbaikan pasar yang dianggap sudah mendesak. Menurutnya, salah satu yang paling membutuhkan perhatian segera adalah pasar ikan mentaya, mengingat keberadaannya sangat penting bagi penghasilan masyarakat.

"Pasar ikan ini mendesak, bahkan sudah ada SK Bupati untuk penataan pasar ini, begitu pula pasar sembako harus segera diberi solusi cepat," tegas Andi.

Lanjutnya, butuh kejelasan tentang berapa puluh miliar yang akan dianggarkan, bagaimana rencana pengembaliannya, dan pengelolaan pendapatan pasar untuk pemasukan asli daerah (PAD).

"Kami juga melihat pengelolaan sampah yang perlu diperbaiki, karena pukul 10.00 WIB sampah sudah menumpuk di pasar, sehingga harus segera dicari solusinya," ujar Andi.

Rapat Dengar Pendapat ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk memperbaiki kondisi Pasar PPM Sampit, sehingga pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi tetapi juga menjadi ikon yang Kotim. (DEWI PATMALASARI/j)