BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah turut berpartisipasi dalam acara 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook atau IPOC 2024 yang berlangsung pada 6-8 November 2024 di Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi para pemangku kepentingan industri kelapa sawit untuk membahas peluang dan tantangan yang dihadapi di tengah ketidakpastian global.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang menyatakan bahwa kehadiran mereka di IPOC 2024 bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung industri kelapa sawit.
"Konferensi ini memberikan kesempatan bagi GAPKI Kalteng untuk mendengarkan berbagai inisiatif dan program yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit, terutama untuk di Kalimantan Tengah," kata Rawing kepada Borneonews pada Kamis, 7 November 2024 malam.
Rawing Rambang menyoroti pentingnya replanting atau peremajaan tanaman kelapa sawit yang sudah tua sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan hasil produksi.
Ia juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah dalam hal kebijakan yang proaktif dan insentif bagi petani sawit agar dapat bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Selain itu, Rawing juga membahas tantangan eksternal yang dihadapi oleh industri kelapa sawit Indonesia, seperti kampanye negatif terkait keberlanjutan rantai pasok dan tekanan geopolitik dari negara-negara Eropa.
Ia menggarisbawahi bahwa kebijakan Deforestasi Uni Eropa atau EUDR dapat berdampak signifikan terhadap petani sawit di Indonesia, yang menyumbang sekitar 41 persen dari produksi global.
IPOC 2024 juga menjadi platform bagi GAPKI Kalteng untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan peneliti, guna mengembangkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri kelapa sawit.
Rawing Rambang menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting untuk menyosialisasikan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Dengan tema “Seizing Opportunities Amidst Global Uncertainty,” IPOC 2024 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh para pelaku industri kelapa sawit. GAPKI Kalteng, melalui partisipasi aktifnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.(TESTI PRISCILLA/R)









