BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A) setempat Kembali melaksanakan pertemuan audit kasus stunting di daerah setempat, di aula rapat C Setda.
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum H Yaser Arafat dan dihadiri unsur FKPD, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, mewakili Kemeneg, Tim Pakar Kasus Stunting, Camat serta Lurah se Barut, Kepala Puskesmas dan satuan pelayanan KB.
Pj Bupati Barito Utara dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Sekda Yaser Arapat mengatakan, stunting merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan secara tepat dan menyeluruh karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan, bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri namun juga berdampak pada keluarga serta bagi peningkatan kualitas SDM dan kelangsungan pembangunan Bangsa dan Negara di masa mendatang.
“Penanganan Stunting saat ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2020-2024. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai Isu prioritas nasional pada RPJMN,” kata H yaser Arapat, Jumat 8 November 2024.
RPJMN, 2023-2024, pemerintah menetapkan target penurunan angka prevalensi stunting 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada 2024.
Pencapaian target percepatan penurunan stunting salah satu investasi utama dalam mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Dijelaskannya, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, mengamanatkan pendekatan, pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Hal ini dilakukan agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah dan perlu ada formulasi kebijakan dan strategi yang tepat untuk perkembangan otak dan fisik anak,” kata dia.
Yaser juga berpesan kepada Tim percepatan penurunan stunting, Kepala Disdalduk KBP3A Barito Utara agar lansung melaksanakan aksi, dengan memberikan makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, anak-anak dan pasangan calon pengantin. Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Presiden yang salah satunya makanan bergizi gratis.
“Harapannya, dengan melalui pertemuan rembuk stunting ini, SOPD, Pemerintah Kecamatan, Lurah, Desa, RT, RW, Tokoh masyarakat dan seluruh kader masyarakat, memperhatikan kondisi yang ada di lapangan terkait dengan ketahanan pangan dan gizi serta ketersediaan air bersih dan juga Higiene sanitasi di berbagai wilayah di Barito Utara. Maksimalkan koordinasi antara kita semua, sehingga permasalahan stunting di daerah ini dapat diatasi,” pungkasnya.(RAMADHANI/R)









