BORNEONEWS, Banda Aceh - Sebanyak 14 kafilah Aceh lolos babak final Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Korpri VII tingkat nasional 2024, di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
"Alhamdulillah, dengan kekuatan 26 kafilah, kita berhasil mengirimkan 14 wakil di final," kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahroel Fajri dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat, 8 November 2024.
Seluruh kafilah pada MTQ Korpri yang berlangsung sejak 3-10 November 2024, merupakan perwakilan anggota Korpri dari kementerian, lembaga dan pemerintah provinsi, mengikuti sembilan cabang yang diperlombakan.
Zahroel mengatakan keberhasilan mengirimkan 14 kafilah ke final ini merupakan suatu pencapaian yang harus disyukuri, karena pada MTQ VI di Padang 2022, Aceh mengirim 11 finalis atau bertambah tiga finalis.
Ia berharap kepada para finalis untuk tetap tenang dan mampu menguasai diri agar dapat tampil maksimal pada perhelatan final nantinya.
Ia mengingatkan babak final memberikan tekanan berat, tetapi semua itu harus dihadapi dengan tenang, dengan demikian akan bisa tampil maksimal.
"Kita tentu memahami kekuatan dan kelemahan, kita memiliki waktu untuk introspeksi, dimana kelemahan kita dan harus diperbaiki," ujar Zahroel.
Sementara itu, Pelatih Kafilah Aceh Prof Armiadi Musa menekankan kepada semua untuk berfikir positif, cukup mengingat bahwa diri sendiri adalah yang terbaik.
"Hindari distraksi atau gangguan, baik internal maupun eksternal. Masyarakat Aceh dan para ASN Aceh menggantungkan harapan kepada bapak dan ibu semua. Insya Allah, kita pasti bisa," kata Prof Armiadi.
Adapun nama-nama kafilah Aceh yang lolos ke babak final adalah Zahrina Waddah untuk cabang Tartil (wanita), Muhadar/Mahliawati pada cabang hafalan surat Ali Imran (pria/wanita).
Kemudian, Tasyukur/Dahlelawati cabang hafalan tujuh surat pilihan (pria/wanita), Yusniar untuk cabang hafalan surat An-Nisa (wanita), Ajamunzalifah hafalan Juz 30 (wanita), Dedy Sastra/Rahmawati pada cabang dakwah (pria/wanita).
Selanjutnya, Ihsan AB pada cabang Tilawah (pria), Muhammad Iqbal cabang doa (pria), Zakiul Fuady Muhammad Daud cabang khutbah Jumat, dan Puteri Insyirah Sukmana dari cabang Adzan Syahril dan kaligrafi lukis kontemporer (wanita).
ANTARA









