BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kepala Bidang Sosial DPMDSos Kabupaten Barito Timur, Tuberta Hartano, menjadi salah satu juri pada lomba tanuhui dalam acara Trinitas Got Talent yang diselenggarakan oleh Sekolah Katolik Trinitas Tamiang Layang, Jumat, 8 November 2024. Lomba tersebut juga menghadirkan tiga juri lainnya, yaitu Anjono Habaku, Nani Kurniati dan Antek Lawi.
Tanuhui adalah bentuk sastra lisan dari Kabupaten Barito Timur yang mengedepankan tradisi mendongeng atau bercerita dengan sentuhan kearifan lokal. Cerita-cerita tanuhui sering kali memuat pesan moral, edukatif, dan menghibur. Sebagai seorang pecinta Tanuhui, Tuberta aktif membawakan cerita ini di media sosial.
"Terima kasih kepada panitia Sekolah Trinitas yang telah memasukkan unsur budaya lokal, seperti Tanuhui, dalam kegiatan ini," ujar Tuberta, yang juga mengapresiasi kesempatan untuk menjadi juri.
Dia berharap kegiatan sekolah semakin mengedepankan unsur budaya daerah, termasuk tanuhui, tarian, tumet leut, serta pidato, puisi dan stand up comedy berbahasa Maanyan.
Lebih lanjut, Tuberta mendorong agar semakin banyak penyelenggaraan acara kreatif bagi anak-anak, terutama yang menampilkan budaya lokal secara seimbang dengan budaya umum.
--page
"Kegiatan semacam ini penting untuk pelestarian budaya daerah," imbuhnya.
Kepala SD Katolik Trinitas, Jeri, menjelaskan bahwa Trinitas Got Talent diadakan untuk memperingati Hari Jadi ke-182 Kongregasi Suster PI serta 90 tahun karya misi di Indonesia. Menurutnya, acara ini bertujuan memfasilitasi murid TK dan SD se-Kecamatan Dusun Timur untuk menampilkan bakat mereka, sekaligus memperkuat karakter pelajar Pancasila yang cerdas, otentik, iman dan solider (COIS) berdasarkan kearifan lokal Barito Timur.
Selain lomba tanuhui, acara tersebut juga menghadirkan lomba modern dance, gerak dan lagu, serta fashion show busana nusantara, dengan total peserta mencapai 100 anak.
Jeri berharap acara ini dapat menjadi wadah bakat murid-murid TK dan SD di Kecamatan Dusun Timur serta menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal.
"Harapan kami, kegiatan ini menginspirasi semua pihak untuk menduniakan budaya lokal, sehingga tidak tergerus oleh arus globalisasi," tutup Jeri. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)









