BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah kejadian yang mengagetkan terjadi di Palangka Raya, di mana seorang mahasiswi cantik berinisial BUN (20) menjadi korban penipuan dan ancaman oleh seorang pria yang dikenalnya melalui aplikasi TikTok.
Pelaku, yang mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas di perbatasan Malaysia, berhasil memanipulasi BUN untuk melakukan panggilan video seksual (VCS) dan merekamnya tanpa sepengetahuan BUN.
Setelah VCS, pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada BUN dengan ancaman akan menyebarkan video tersebut ke kampus dan teman-temannya. Ketakutan, BUN pun menceritakan kejadian ini kepada Cak Sam, Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng.
"Setelah dilakukan profiling, terungkap bahwa akun TikTok pelaku merupakan akun palsu yang menggunakan foto dan video orang lain yang berprofesi sebagai TNI," kata Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Ipda Shamsuddin atau akrab disapa Cak Sam, Sabtu, 9 November 2024.
Cak Sam kemudian memperingati pelaku dan meminta pelaku untuk menghentikan perbuatannya. Pelaku pun akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.
Cak Sam juga memberikan pembinaan kepada BUN agar tidak melakukan VCS dengan siapapun dan menyarankan agar membuat laporan langsung ke Polda untuk diproses hukum.
Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua agar berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenal di media sosial. Banyak akun palsu yang menggunakan foto dan video orang lain untuk menipu dan merugikan orang lain.
"Penting untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di dunia maya, terutama jika mereka meminta uang atau melakukan hal-hal yang mencurigakan," pungkasnya. (PATHUR/R)









