BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, mendorong pemerintah daerah di Kalteng, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mempererat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam upaya pencegahan banjir.
“Kalteng kini memasuki musim penghujan, sehingga diperlukan langkah nyata dari pemerintah untuk mengantisipasi banjir,” ujar Hafid di Palangka Raya.
Menurutnya, melalui kerja sama dengan BMKG, pemda dapat memperoleh data cuaca yang membantu memprediksi kondisi iklim di wilayah ini, yang merupakan provinsi terluas di Indonesia.
Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyiapkan langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi banjir, khususnya di kawasan dataran rendah di Kalteng.
“Data BMKG juga dapat menjadi dasar pemetaan daerah rawan banjir, sehingga pemda bisa menyiapkan petugas untuk pemantauan di lokasi-lokasi yang rentan,” tambah Hafid.
Hafid, yang pernah menjabat sebagai Ketua PWI Kotawaringin Timur, mengimbau pemerintah untuk lebih aktif memberikan edukasi dan peringatan dini kepada masyarakat mengenai bahaya banjir, terutama di wilayah yang telah diidentifikasi rawan.
Ia menyatakan bahwa edukasi ini penting bagi masyarakat yang tinggal di dataran rendah agar lebih siaga terhadap kemungkinan kenaikan debit air.
“Jika masyarakat terus diingatkan, mereka akan lebih waspada dan bisa bersiap mengungsi ketika banjir melanda,” ujarnya.
Sebagai mantan Ketua Karang Taruna Kalteng, Hafid juga berharap agar pemerintah kabupaten/kota bisa bekerja sama dengan pemerintah provinsi dalam menyediakan data terkait upaya pencegahan banjir.
“Data yang terpusat sangat penting agar pemerintah provinsi dapat menentukan langkah tepat dalam memberikan bantuan dan menyiapkan petugas sesuai dengan tingkat keparahan banjir di setiap daerah,” tutup Hafid.









