BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK melalui program riset hilir sawit. Dalam seminar bertajuk "Peranan Kawasan Ekonomi Khusus Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Industri Hilir Sawit Bernilai Tambah Tinggi" yang diadakan oleh Dewan Minyak Sawit Indonesia dan Majalah Sawit Indonesia, BPDPKS menegaskan pentingnya inovasi produk hilir sawit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar, menyatakan bahwa dukungan ini diwujudkan melalui program penelitian dan pengembangan. Program ini bertujuan untuk memperkuat, mengembangkan, dan meningkatkan pemberdayaan perkebunan serta industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir.
"Kami berupaya mewujudkan industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan," ujar Arfie dalam keterangan resminya pada Sabtu, 9 November 2024.
Seminar yang berlangsung di Jakarta pada 4 November 2024 ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Rizal Edwin Manansang, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti, dan Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika. Mereka membahas peran strategis KEK dalam mempercepat pertumbuhan investasi energi baru terbarukan seperti bioetanol dan bioavtur.
Deputi Menko II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian RI, Dida Gardera, menekankan bahwa KEK memiliki kekhususan yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.
"KEK ini sangat istimewa karena sifatnya yang khusus dan kemudahan yang diberikan sangat luar biasa," jelas Dida.
Ia juga menegaskan bahwa sawit merupakan tumpuan ekonomi Indonesia, baik dari kontribusinya terhadap PDB maupun tenaga kerja.
BPDPKS melalui program riset hilir sawit berupaya mendorong inovasi produk hilir yang dapat diproduksi di KEK. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sawit dan menarik minat investor.
"Kami siap mendukung pengembangan KEK yang fokus pada produk hilir sawit bernilai tambah tinggi," tambah Arfie.
Dengan adanya dukungan dari BPDPKS, diharapkan industri sawit nasional dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Program riset dan pengembangan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (TESTI PRISCILLA/j)









