PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman, mengumumkan peningkatan bantuan replanting untuk petani kelapa sawit. Dalam acara 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook atau IPOC 2024 di Bali, Eddy menyatakan bahwa bantuan yang semula Rp30 juta per hektar kini ditingkatkan menjadi Rp60 juta per hektar.

Langkah ini diambil untuk mendorong lebih banyak petani ikut serta dalam program replanting. Eddy menjelaskan bahwa dengan bantuan yang lebih besar, petani tidak perlu lagi mencari pendanaan tambahan hingga tanaman menghasilkan.

"Dengan Rp60 juta per hektar, kami berharap petani dapat lebih mudah mengikuti program ini," kata Eddy dalam keterangan resminya pada Sabtu, 9 November 2024.

Program replanting ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional. Eddy menekankan pentingnya program ini dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

"Kami ingin memastikan bahwa perkebunan kelapa sawit tetap produktif dan berkelanjutan," tambahnya.

Selain itu, BPDPKS juga berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak petani melalui program ini. Hingga saat ini, bantuan replanting telah menjangkau sekitar 156.000 petani di seluruh Indonesia.

"Kami terus berupaya memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak petani yang merasakan manfaatnya," kata Eddy.

Dalam acara IPOC 2024, berbagai pihak turut mendukung inisiatif BPDPKS ini. Para peserta konferensi sepakat bahwa peningkatan bantuan replanting adalah langkah positif untuk masa depan industri kelapa sawit.

"Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas perkebunan," ujar salah satu peserta.

Dengan adanya peningkatan bantuan ini, diharapkan produktivitas kelapa sawit nasional dapat terus meningkat. BPDPKS akan terus memantau pelaksanaan program replanting dan memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan efektif. (TESTI PRISCILLA/j)