BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim) Mentana Dhinar Tistama, menegaskan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tetap berjalan meski status Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu telah dialihkan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Perubahan status ini tidak mempengaruhi pelaksanaan proyek, karena IJD memungkinkan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR mengerjakan jalan daerah, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
Sebelumnya, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah diproyeksikan menerima dana sebesar Rp20 miliar dari program IJD. Dana ini merupakan hasil dari upaya Bupati Kotim dalam mengupayakan sumber dana tambahan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Saat itu, Mentana menegaskan terkait waktu pelaksanaan proyek dirinya menyatakan belum ada kepastian kapan akan dimulai karena pelaksanaannya berada di bawah Kementerian PUPR, bukan pemerintah daerah.
Menurut Mentana, meskipun alokasi anggaran sudah ditetapkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa panjang ruas jalan yang akan dibangun dengan dana tersebut. Ia memperkirakan, dengan anggaran Rp20 miliar, konstruksi jalan beraspal dengan material agregat dapat mencakup sekitar 3 hingga 4 kilometer.
Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu memiliki panjang total sekitar 125 kilometer, yang berarti masih banyak yang belum tertangani. Selain itu, beberapa infrastruktur penting di sepanjang ruas tersebut juga membutuhkan perhatian, terutama jembatan-jembatan darurat yang masih digunakan di daerah tersebut.
--page
Belum lama ini, Sabtu, 9 November 2024, ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu berubah status menjadi jalan provinsi.
“Alhamdulillah, dengan adanya peningkatan status menjadi jalan provinsi, peluang penganggarannya bisa lebih besar. Saya optimis bahwa ruas jalan ini, setelah ditingkatkan statusnya, akan segera ditangani oleh PUPR provinsi,” ujar Mentana, Minggu, 10 November 2024.
Lanjutnya, Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu merupakan jalur strategis yang menghubungkan jalan nasional menuju perbatasan Kabupaten Katingan di Kampung Melayu. Jalan ini adalah akses utama dari Kecamatan Cempaga menuju Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut di Kabupaten Kotim. Ruas jalan ini juga melintasi 3 kecamatan dan 23 desa, yang akan semakin terkoneksi dengan adanya pengembangan infrastruktur jalan ini. (DEWI PATMALASARI/Y)









