BORNEONEWS, Sampit - Di tengah pekatnya malam di Kotawaringin Timur, para penjarah buah kelapa sawit terus beraksi. Namun, aksi mereka bukan sekadar soal keberanian dan niat semata. Ada rahasia gelap yang mengiringi, sebuah praktik yang melibatkan barang haram sebagai “doping” untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka: sabu-sabu.
Jajaran Polres Kotawaringin Timur berhasil membongkar rantai distribusi narkotika ini, menguak bagaimana sabu menjadi 'bahan bakar' bagi aksi kriminal yang meresahkan bagi masyarakat dan perusahaan sawit di sana.
Tersangka berinisial J, salah satu dari beberapa pelaku yang tertangkap, mengungkapkan bagaimana ia terlibat dalam jaringan peredaran sabu di daerah perbatasan Kabupaten Kotim dan Kabupaten Seruyan.
Sabu yang dimilikinya hendak ia antar kepada seorang penyalur yang bertugas menyebarkan barang haram itu kepada mereka yang siap melanggar hukum demi tumpukan sawit curian di Jalan Poros Eks Sarpatim.
"Ini buat doping, biar berani saat nyuri," tutur J, disampaikan saat jajaran Polres Kotim menggelar jumpa pers, belum lama ini.
Lain lagi kisah FY, seorang residivis kasus narkoba yang baru saja bebas sejak April 2024. Tak butuh waktu lama, ia kembali bermain dalam bisnis kelam ini, menyimpan hingga 333,48 gram sabu saat polisi kembali menangkapnya di wilayah Mentaya Hulu.
FY ternyata tidak sembarangan. Perempuan ini menyewa beberapa rumah untuk menyembunyikan aktivitasnya, berpindah-pindah demi menghindari kejaran petugas. Namun, kali ini nasib baik tak berpihak padanya.
“Setelah lama jadi target operasi, akhirnya kami berhasil menangkapnya berkat informasi masyarakat,” ungkap Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Nor Ikhsan.
Ketika diinterogasi, para tersangka mengakui sabu dijual ke orang-orang yang hendak menjarah buah sawit sebagai peningkat keberanian. Dalam bisnis haram ini, para pelaku mengandalkan efek stimulan sabu untuk menghilangkan rasa takut.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyatakan keprihatinannya akan situasi ini. "Ini adalah penyalahgunaan narkoba yang benar-benar meresahkan, kami komitmen memberantasnya,” tegasnya. (BUDDI/j)









