BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya telah merumuskan sejumlah strategi jitu untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappedalitbang Palangka Raya, Fauzi Rahman. Dia menjelaskan bahwa strategi-strategi tersebut dirancang secara terpadu dan terintegrasi untuk mencapai hasil yang optimal.
Salah satu strategi utama adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemko akan memberikan berbagai dukungan kepada para pelaku UMKM, mulai dari pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, hingga pemasaran produk.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya, Senin, 11 November 2024.
Selain pengembangan UMKM, Pemko Palangka Raya juga fokus pada peningkatan akses terhadap pendidikan dan kesehatan.
Upaya ini meliputi peningkatan kualitas layanan pendidikan di berbagai jenjang, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
"Kesehatan dan pendidikan yang baik merupakan fondasi penting untuk keluar dari jeratan kemiskinan," ujarnya.
Strategi lain yang tak kalah penting adalah perbaikan infrastruktur di daerah-daerah kumuh. Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di wilayah-wilayah kumuh, seperti akses air bersih, sanitasi dan jalan.
"Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ungkapnya.
Dia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan strategi-strategi tersebut.
Kerja sama yang sinergis antar SOPD akan memastikan program-program berjalan efektif dan menghindari tumpang tindih. Monitoring dan evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan pencapaian target. (HENDRI/R)
Ini Strategi Pemko Palangka Raya Untuk Atasi Kemiskinan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







