BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertransperin) Kabupaten Barito Timur bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah memulai pelatihan pengolahan roti dan kue bagi pelaku usaha di Tamiang Layang, Senin, 11 November 2024.
Kegiatan yang berlangsung selama 15 hari ini diikuti oleh 10 peserta yang merupakan pelaku UMKM setempat.
Kepala UPT BLK Disnakertrans Kalteng, Imelda Teresia, mengungkapkan bahwa pelatihan ini didanai oleh DPA-APBD Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah tahun anggaran 2024. Para peserta dibimbing langsung oleh instruktur dari kalangan UMKM Barito Timur.
"Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan kepada para pelaku usaha agar mereka dapat mengembangkan usaha secara mandiri," jelas Imelda, mewakili Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi.
Sementara itu, Kepala Disnakertransperin Barito Timur, Albert dalam sambutannya saat membuka pelatihan, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalteng atas dukungan pelatihan ini, yang merupakan tindak lanjut dari usulan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.
"Harapan kami, peserta tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi benar-benar menguasai keterampilan yang bisa diterapkan untuk membuka usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka," ujar Albert.
Albert menambahkan, karena keterbatasan anggaran, pelatihan kali ini hanya bisa diikuti oleh 10 peserta.
"Kami sebenarnya berharap bisa melibatkan lebih banyak peserta, namun karena anggaran terbatas, saat ini hanya untuk 10 orang," jelasnya.
Disnakertransperin Barito Timur juga telah berkoordinasi dengan UPT BLK Kalteng agar jumlah pelatihan dapat ditingkatkan pada tahun anggaran 2025.
Selain itu, Albert berharap agar pemerintah kabupaten dapat mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk mengadakan pelatihan serupa di masa mendatang. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









