PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pankalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah menyiapkan 24 jenis layanan kepada masyarakat lewat keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP).

"Program MPP itu, ada 24 jenis layanan yang dapat diakses. Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi berpindah- pindah tempat untuk mengurus berbagai administrasi," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kobar Kamaludin di Pangkalan Bun, Senin, 11 November 2024.

Dia menjelaskan, 24 layanan di MPP itu mencakup berbagai sektor baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, hingga sektor swasta.

"Melalui konsep pelayanan terpadu dalam satu tempat, MPP diharapkan mampu memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, serta kecepatan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat," katanya.

Kamaludin mengatakan, keberadaan mall pelayanan publik ini juga telah dilakukan uji coba sebagai bentuk kesiapan petugas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"MPP ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengedepankan kepentingan masyarakat," katanya.

Dia mengatakan pula bahwa MPP bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, nyaman, dan aman kepada masyarakat. Untuk itu diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan publik di Kobar.

Kepala DPMPTSP Kobar itu menambahkan, MPP dapat menjadi katalisator untuk memperbaiki iklim investasi di daerah, dan berpengaruh positif terhadap pembangunan daerah, serta dapat berjalan lancar dan kondusif.

"Dengan integrasi sistem layanan ini, diharapkan proses perizinan dan administrasi lainnya dapat diselesaikan lebih cepat, serta mengurangi waktu yang sebelumnya terbuang dalam proses pengurusan yang memakan waktu," ujarnya.

Dia pun memastikan bahwa pihaknya berkomitmen akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan agar MPP ke depannya dapat terus berkembang dan memenuhi harapan masyarakat.

"Ke depannya pemerintah daerah juga berencana memperluas jenis layanan yang tersedia, sehingga semakin banyak kebutuhan masyarakat yang dapat di layani dalam satu tempat," kata Kamaludin.

ANTARA