PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Kalimantan Tengah mulai menggelar lokakarya penulisan cerita anak dwibahasa yang dibuka pada Senin malam ini, 11 November 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis, yang memberikan sambutan hangat kepada 25 orang peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Dalam sambutannya, Muis menekankan pentingnya pengembangan literasi anak-anak melalui cerita dwibahasa sebagai upaya melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak.

Lokakarya ini diadakan di Aquarius Hotel, Palangka Raya, dan dihadiri oleh puluhan penulis yang berasal dari Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Para peserta akan mendapatkan bimbingan teknis dalam menulis cerita anak selama lima hari ini, 11-15 November 2024 yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Dayak Ngaju dan Dayak Ma’anyan," kata Muis.

Kegiatan ini, kata Muis, bertujuan untuk menghasilkan karya-karya yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif bagi anak-anak.

Dalam sambutannya, Muis menyampaikan harapannya agar lokakarya ini dapat menjadi wadah bagi para penulis untuk berkarya dan berkontribusi dalam dunia literasi anak.

"Ini adalah awal, jadikan momen ini sebagai awal karier menulis, apakah menulis penuh atau menulis paruh waktu tetapi jangan berhenti menulis di sini, lanjutkan," pesannya kepada para peserta.

Ia juga menyoroti pentingnya peran cerita dwibahasa dalam memperkenalkan dan membangkitkan minat anak-anak terhadap bahasa daerah.

"Dengan adanya cerita dwibahasa, kita berharap anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa daerah mereka," ujar Muis. (TESTI PRISCILLA/j)