PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peserta Lokakarya Penulisan Cerita Anak Dwibahasa oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah merasa dihujani banyak ilmu mengenai teknik penulisan.

Salah seorang peserta Lokakarya, Syarah Veniaty menuturkan bahwa mengikuti kegiatan ini merasa seperti kuliah.

"Merasa seperti kuliah lagi, tapi tipe kuliah yang dosennya menyenangkan," kata Syarah kepada Borneonews pada Selasa, 12 November 2024.

Menurut Syarah, seperti kuliah lantaran materi yang disampaikan benar-benar sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan buku yang akan ditulis dalam kegiatan ini.

Memang sebanyak 25 peserta kegiatan ini merupakan masyarakat umum dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang mengirimkan naskah kepada Balai Bahasa Kalteng. Penulis yang naskahnya terpilih kemudian mengikuti lokakarya untuk memaksimalkan naskah yang sudah disiapkan menjadi lebih baik lagi dengan dibantu para mentor.

"Ikut ini kita jadi tahu bahwa banyak teknik penulisan yang harus kita ketahui terutama yang berkaitan dengan cerita anak. Ternyata menulis buku untuk dibaca oleh anak-anak sangat berbeda karena kita harus membuat buku yang ramah anak," tutur dosen Universitas Palangka Raya ini lagi.

Sementara itu, Penulis dan Editor Buku Anak, Founder Litara, Eva Nukman menjadi narasumber dalam kegiatan hari kedua Lokakarya Penulisan Cerita Anak Dwibahasa yang diselenggarakan Senin-Jumat, 11-15 November 2024.

"Menulis buku anak itu tujuannya adalah melayani pembaca cilik sehingga penulis buku anak harus paham cara berpikir anak-anak," kata Eva dalam pemaparannya. (TESTI PRISCILLA/H)