BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas bersama Puskesmas Melati mengadakan kegiatan skrining dan survei perokok pemula di dua sekolah, yaitu SMPN-2 Selat dan SMKN-2 Kuala Kapuas.
Program ini bertujuan mendeteksi dini kebiasaan merokok di kalangan remaja serta memberikan edukasi mengenai bahaya merokok bagi kesehatan.
Kegiatan ini diawali dengan skrining kadar karbon monoksida (CO) dalam tubuh siswa untuk mendeteksi paparan asap rokok.
Skrining ini dilakukan menggunakan alat khusus yang mengukur kadar CO, sehingga dapat mengetahui apakah siswa sudah terpapar asap rokok atau belum. Langkah ini dianggap penting sebagai indikasi awal dalam upaya preventif.
Selain melakukan skrining, tim dari Dinkes Kapuas dan Puskesmas Melati juga memberikan konseling dan edukasi kepada siswa.
Edukasi ini dikemas secara interaktif, melibatkan dialog dengan siswa untuk menggali pemahaman mereka tentang dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan lingkungan.
Harapannya, siswa dapat memahami risiko yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok dan mencegah diri mereka dari kebiasaan ini.
Kepala Dinkes Kapuas, Tonun Irawaty Panjaitan, melalui Sekretaris Jum'atil Fajar menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan ganda sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan.
"Melalui edukasi dan konseling, kami berharap siswa memiliki pemahaman lebih dalam mengenai bahaya rokok sehingga mampu menghindari kebiasaan merokok di usia muda," ujarnya, Selasa, 12 November 2024.
Selain itu, pemasangan stiker di area sekolah juga dilakukan sebagai kampanye visual yang mengingatkan siswa secara berkelanjutan akan bahaya rokok. (DODI/H)









