BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 97 desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengelar pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak pekan ini. Namun pemilihan di Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, sepertinya terancam batal. Menurut informasi hingga hari ini anggaran untuk pelaksanaannya tidak kunjung cair.

Kepala Urusan Pemerintahan Petro Nila mengungkapkan, mestinya saat ini dana untuk pelaksanaan pilkades sudah tersedia guna biaya pelaksanaan seperti sewa tenda, perlengkapan TPS, honor panitia, dan kebutuhan yang berkenaan dengan pelaksanaan pilkades.

"Kita belum menerima dana untuk keperluan pelaksanaan pemilihan kepala desa," ungkapnya. Senin (5/9/2016).

Terhambatnya pencairan anggaran dana desa (ADD) tahap kedua, jelas Petro, lantaran terlambatnya laporan pertanggungjawaban kegiatan pada tahap pertama. Padahal dana tersebut yang digunakan untuk mebiayai pilkades di desa itu.

"LPJ-nya belum diselesaikan, jadi anggaran untuk tahap kedua ini tidak dapat dicairkan," ungkap wanita yang juga Ketua Tim Pengelola Kegiatan itu.

Bahkan karena ketiadaan dana tersebut, sempat beredar kabar Panitia Pilkades Desa Natai Raya akan dibubarkan. Padahal pilkades tinggal beberapa hari lagi.

Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Desa Natai Raya Siti Chairiyah menjelaskan, Pilkades di desanya tidak akan batal. Pihaknya sudah mendapat penyandang dana yang siap meminjamkan dana talangan.

"Tetap lanjut, sudah ada warga yang mau meminjamkan dana talangan," tandasnya. (FAHRUDDIN/m)